LWZ5Nqp9MqNaLWJ6MqN9NqB6LTcsynIkynwbzD1c

Bagaimana Cara Jitu Berkomunikasi Dengan Kucing?

Bagaimana Cara Jitu Berkomunikasi Dengan Kucing?

BLANTERLANDINGv101
8082946338476342678

Bagaimana Cara Jitu Berkomunikasi Dengan Kucing?

Minggu, 04 Januari 2026

 


CB PETSHOP Reputasi kucing sebagai hewan penyendiri dan sulit dipahami kini dapat ditepis. Sebuah penelitian dari Universitas Sussex menemukan metode sederhana bagi manusia untuk membangun ikatan dengan hewan tersebut, yakni melalui teknik " Menyipitkan mata dengan kedipan lambat".

Studi yang dipublikasikan pada 2020 tersebut mengonfirmasi bahwa gerakan menyipitkan mata dan berkedip perlahan dapat membuat kucing lebih tertarik untuk mendekat serta berinteraksi dengan manusia. Gerakan tersebut meniru ekspresi wajah kucing saat sedang rileks dan puas, yang sering diartikan sebagai senyum bagi spesies tersebut.

Para peneliti mencatat bahwa manusia dapat meniru ekspresi itu untuk memberi sinyal keramahan dan keterbukaan. Tatapan tanpa henti sering dianggap ancaman oleh kucing, sedangkan kedipan lambat diartikan sebagai sinyal niat baik.

"Sebagai seseorang yang telah mempelajari perilaku hewan dan juga merupakan pemilik kucing, sungguh menyenangkan dapat menunjukkan bahwa kucing dan manusia dapat berkomunikasi dengan cara tersebut," kata Karen McComb, psikolog Universitas Sussex, Mengutip Sciencealert, Jumat (2/1/2026).

"Ini adalah sesuatu yang sudah dicurigai oleh banyak pemilik kucing, jadi sangat menyenangkan telah menemukan bukti untuk hal tersebut,” ujar McComb.


Pembuktian Lewat Dua Eksperimen

Tim psikolog melakukan dua tahap percobaan untuk menguji efektivitas metode komunikasi tersebut. Percobaan pertama melibatkan 21 kucing dari 14 rumah tangga.

Pemilik diinstruksikan duduk sekitar satu meter dari hewan peliharaan mereka dan berkedip perlahan saat kucing tersebut menatap mata mereka. Rekaman kamera menunjukkan bahwa kucing lebih cenderung membalas kedipan lambat kepada pemiliknya dibandingkan dalam kondisi tanpa interaksi.

Percobaan kedua melibatkan 24 kucing dengan para peneliti yang bertindak sebagai orang asing. Peneliti melakukan proses kedipan lambat sembari mengulurkan tangan.

Sebagai kontrol, respons kucing juga direkam saat manusia hanya menatap tanpa berkedip. Hasil studi memperlihatkan bahwa kucing tidak hanya membalas kedipan, tetapi juga lebih cenderung mendekati tangan manusia setelah menerima sinyal kedipan lambat tersebut.

"Studi ini adalah yang pertama yang secara eksperimental menyelidiki peran kedipan lambat dalam komunikasi antara kucing dan manusia," ujar McComb.

Meningkatkan Pemahaman dan Kesejahteraan Hewan

Reputasi kucing sebagai hewan penyendiri dan sulit dipahami kini dapat ditepis. Sebuah penelitian dari Universitas Sussex menemukan metode sederhana bagi manusia untuk membangun ikatan dengan hewan tersebut, yakni melalui teknik " Menyipitkan mata dengan kedipan lambat".

Studi yang dipublikasikan pada 2020 tersebut mengonfirmasi bahwa gerakan menyipitkan mata dan berkedip perlahan dapat membuat kucing lebih tertarik untuk mendekat serta berinteraksi dengan manusia. Gerakan tersebut meniru ekspresi wajah kucing saat sedang rileks dan puas, yang sering diartikan sebagai senyum bagi spesies tersebut.

Para peneliti mencatat bahwa manusia dapat meniru ekspresi itu untuk memberi sinyal keramahan dan keterbukaan. Tatapan tanpa henti sering dianggap ancaman oleh kucing, sedangkan kedipan lambat diartikan sebagai sinyal niat baik.

"Sebagai seseorang yang telah mempelajari perilaku hewan dan juga merupakan pemilik kucing, sungguh menyenangkan dapat menunjukkan bahwa kucing dan manusia dapat berkomunikasi dengan cara tersebut," kata Karen McComb, psikolog Universitas Sussex, Mengutip Sciencealert, Jumat (2/1/2026).

"Ini adalah sesuatu yang sudah dicurigai oleh banyak pemilik kucing, jadi sangat menyenangkan telah menemukan bukti untuk hal tersebut,” ujar McComb.


Pembuktian Lewat Dua Eksperimen

Tim psikolog melakukan dua tahap percobaan untuk menguji efektivitas metode komunikasi tersebut. Percobaan pertama melibatkan 21 kucing dari 14 rumah tangga.

Pemilik diinstruksikan duduk sekitar satu meter dari hewan peliharaan mereka dan berkedip perlahan saat kucing tersebut menatap mata mereka. Rekaman kamera menunjukkan bahwa kucing lebih cenderung membalas kedipan lambat kepada pemiliknya dibandingkan dalam kondisi tanpa interaksi.

Percobaan kedua melibatkan 24 kucing dengan para peneliti yang bertindak sebagai orang asing. Peneliti melakukan proses kedipan lambat sembari mengulurkan tangan.

Sebagai kontrol, respons kucing juga direkam saat manusia hanya menatap tanpa berkedip. Hasil studi memperlihatkan bahwa kucing tidak hanya membalas kedipan, tetapi juga lebih cenderung mendekati tangan manusia setelah menerima sinyal kedipan lambat tersebut.

"Studi ini adalah yang pertama yang secara eksperimental menyelidiki peran kedipan lambat dalam komunikasi antara kucing dan manusia," ujar McComb.


Meningkatkan Pemahaman dan Kesejahteraan Hewan

Penemuan tersebut menegaskan bahwa kucing sangat selaras dengan manusia, bahkan mampu mencerminkan sifat kepribadian pemiliknya dan mengenali nama mereka. Jika seekor kucing bersikap dingin, kemungkinan besar hal itu merupakan respons terhadap perilaku manusia itu sendiri.

McComb menyarankan masyarakat untuk mencoba teknik tersebut guna mempererat hubungan.

"Cobalah menyipitkan mata ke arah mereka seperti saat tersenyum santai, lalu pejamkan mata selama beberapa detik. Anda akan mendapati mereka merespons dengan cara yang sama, dan Anda bisa memulai semacam percakapan," jelasnya.

Selain untuk pemilik, temuan tersebut memiliki implikasi penting bagi kesejahteraan hewan di lingkungan profesional, seperti praktik dokter hewan dan tempat penampungan. Mempelajari cara berkomunikasi yang positif dapat membantu mengurangi stres pada kucing di lingkungan baru.

"Memahami cara-cara positif interaksi antara kucing dan manusia dapat meningkatkan pemahaman publik tentang kucing, meningkatkan kesejahteraan kucing, dan memberitahu kita lebih banyak tentang kemampuan sosio-kognitif spesies yang kurang diteliti tersebut," kata Tasmin Humphrey, psikolog dari Universitas Sussex.

Humphrey menambahkan bahwa temuan timnya berpotensi digunakan untuk menilai tingkat kesejahteraan kucing di berbagai lingkungan, termasuk praktik dokter hewan dan tempat penampungan hewan.

liputan6.com

Baca Juga
TAGS
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang